5.10.15

More than 4 years has passed. Saya masih nggak bisa lupakan hari itu, dimana dunia tiba2 berubah total jadi sesuatu yang saya nggak ngerti. Gimana bisa orang yang dulunya memperjuangkan kamu tiba2 berubah jadi orang yang nggak cuma berkhianat tp juga sempat2nya manfaatin. Vows were spelled, dan ketika ada yg berkhianat malah gue yang disalahin. Keluarga yang katanya baik2 malah bilang "eh ya mendingan sama yang ini dong lebih cantik." Were you thinking you're beautiful like hell? Temen yang katanya selalu ada tiba2 juga berkata hal yang sama. Saya salah apa?

Keadaan gak jadi lebih baik ketika seorang sahabat yang katanya we are best friend forever, I'm gonna stay around datang, dekat, maksa utk percaya, dan setelah dipercaya udah cheating ninggalin lagi. Trus ketemu2 berlagak gak salah, semacam temen SMA yg udh lama ga ketemu. Whatever..

Time goes by. Ga semua orang yang saya temui buruk. Tapi kejadian itu bener2 bikin saya trauma percaya sama orang. Saya selalu punya pikiran "ah nanti juga kalo udh dipercaya ninggalin" apalagi cowok. Udah biasa..

For me lady's like doesn't exist, and also a man. But experience tells we're get nothing if we're never dream to get it.

I'm gonna love someone tender and fiercefully. Forget all betrayer and let them walk to hell. Maybe I should learn that life's really not unfair. Love but not loved, care but not being care