27.12.15

Cara bahagiain diri sendiri

Mungkin harus tau dulu apa yang sebenernya bikin kita bahagia

Kalo gue bahagia kalo bisa hidup mandiri, punya kualitas kerja baik, pengetahuan baik, dan bisa bahagiain/ngasih impact positif ke orang lain. Honestly gue orang yang gak butuh banyak temen. Temen secukupnya aja yang penting emang useful dan terutama dia memang niat temenan baik sama kita. Malah kayaknya gue gak bisa punya temen kebanyakan karena gak bisa bagi waktu hahahaha.. Gue jujur aja iri sama orang yang keren2 banget hasil kerjanya apalagi sampe dicari2 orang. I wanna be somebody like you, dan alangkah beruntungnya kalo dari hasil kerja itu gue bisa keliling dunia. Hopefully someday..

Hmmm dan gue juga wonder sama orang2 yang punya pasangan baik. You such a lucky girl..

26.12.15

3 magical wishes

Wish I could be wiser, happier, more luck, smarter, calmer, more amazing. But maybe it's more important to be happy to whatever i've had.

24.12.15

Kalo ngerasain hidup gue sendiri ya kayaknya kuraang aja. Apalagi kalo lg di kantor. Kurang pinter, kurang bisa bahagiain orang, gaji kurang. Gue pikir2 ya masih bener purpose of life is chasing happiness for our ownself but also being useful for others.

18.12.15

Menghadapi manusia2 pintar di dunia

Bukan masalah pengen jadi nomer 1, tapi masalah life survival. Ada orang yang pinter banget sementara gue gak yakin gue bisa gitu apa enggak, trus kalo mau ngetes bisa enggaknya caranya gimana, trus kalo misalnya gak bisa gue harus ngapain? Help me please.

Orang2 aneh di dunia

Ga usah ngurusin setan. Mainin aja. God give them to play on.

People Nowadays

Gue lagi bikin paper untuk ujian dan untuk keperluan tersebut akhirnya cari-cari referensi yang hampir 100% dari internet. I found many things termasuk orang dari berbagai cabang sains yang sibuk "diskusi" (atau debat?) tentang Cicak Buaya, ditinjau dari segala macam aspek bahkan sampai etimologinya dan kebahasaan. Kalo untuk politik yah okelah, tapi sampe sastra? Yakali. Menurut gue itu gak buruk tapi menyedihkan. Kesimpulan gue:

Seyogianya orang jaman sekarang cenderung mematikan orang lain untuk membuat dirinya hidup. Mungkin wajar pelajaran PPKn jaman dulu mengajarkan untuk toleransi sharing blablabla (sambil gue tau guru PPKn gue juga orangnya ga se sharing itu) karena dunia masih terlalu luas untuk dipakai sendirian. Tapi dunia sekarang sudah terlalu sempit, mungkin ini early version dari Waterworld, yang kuat yang menang. So, they become that wild and kill each other. How sad. Reaksi gue: never trust or depends to any people around you, tapi makasih sama yang udah baik dan tetap baik meskipun dunia ini kejam, makasih sama yang tetap membeberkan realita tanpa membuat fake version dari dunia.

16.12.15

Dear Iyo

If someday you see this post I want you to know how I miss you so much. I'm sorry for all lies I told you, Maybe I'm too stupid to be your friends or be someone you depends on to. I miss our conversation, how you understand my things, how we got same, how you bought flowers for my special days, your sudden kiss and hug, how I felt you are the half of mine, saw you like I'm standing in front of the mirror. If our relationship could bring us two into a better person and better world please be back and never leave me more.

Lesson today

Hubungan sama orang kalo niatnya bukan untuk ngebahagiain orang itu atau bikin diri sendiri jadi lebih baik/naik tingkat mending ga usah dilakuin

It's your bussiness.. Not mine

Gue bukan orang rasis.. Jadi kalo lo ngerasis-in gue, itu urusan lo

Gue gak pernah ada niat bohong, jadi kalo lo bohongin gue atau lo maksa gue bohong itu urusan lo

Gue gak pernah ada niat rese, nyusahin, ga baik, gue pengennya kalo ketemu orang lain ya kita baik2 aja, hepi2 aja, lo seneng gue seneng. Jadi kalo ada orang rese ke gue itu urusan tu orang, bukan urusan gue

Gue memang nggak pinter, gak amazing, gak cantik, lelet, dsb. Tapi gue akan lakukan apapun yang gue bisa untuk bahagiain orang yang udah bahagiain gue, jadi kalo apa yang gue lakukan ga cocok buat lo silakan keluarin gue. I have no more bussiness with you

Gue sama sekali bukan orang yang mau mempedulikan personal branding karena gue tau dinilai buruk itu ga enak, dan kalo orang lain nilainya buruk juga gue gak pernah percaya, gue selalu explore sendiri dan akhirnya membuat kesimpulan sendiri. Gue gak melarang siapapun utk membuat personal branding diri gue, tapi bagi gue saat seseorang memang baik sudah sewajarnya dia dapat apa yang sudah dia usahakan.

Gue aslinya adalah orang yang sangat bisa berfikir positif tentang orang lain. Kalo akhirnya gue jadi orang yang curigaan dan ngejudge lo macem2 karena lo duluan yang mancing2 gue.nmasalah curiga ga curiga I believe to our bussiness agreement.

10.12.15

5 years in architecture & building. What do I get?

Chinese, racist, dumping, useless, low payment. Many people taught me stupid, slow, undependently. I don't mind, it's really me often. But surely I rare to to see "goodness" I've known before. That "goodness" mostly read as "foolness". Sometimes good person comes, cheers, and save me. But the worst mostly comes and I'm sure another world gonna have the same kind of person too.

I feel like I'm the stupidest in this world while my parents wish me being the smartest and greatest.

I thank God to not adding me in a big mistake in this world. But I do want have something that will makes me higher than another people, something special of me.

People may forget my name
But I don't like when someone stuck me in trouble. I've got to finish that thing.
May I speak that I don't like when somebody pushed like I'm a kind of fool little girl?

Now I see my circle office mate is a kind of person that didn't think about their work. They tought about their family. Me whom don't have a family is a kind of little tiny nachos and both stupid. Complete. 

I've to think little about my happiness. What I'm really want, kind of things could make me happy n bravier than before. More love more happiness more bravery.

9.12.15

Hardest part

Breaking someone who fight you, taking everyone on your rules, stay awake at night, chasing trust, breaking lies, trust your boss.

Money oriented

I'm arrived at the point when money becomes my first important thing to do.

Parents success and your success

Waktu kecil dulu gue selalu diomongin ortu bahwa orang tuh harus selalu jadi yg nomer 1, sekolah di sekolah nomer 1, jadi ranking 1, ikut lomba juara 1, sampai akhirnya kuliah dan kerja juga pilih profesi (yang menurut mereka) nomer 1. Gak salah siih, makasih banget malah karena sebetulnya memang betul hidup di dunia ini kita harus jadi pemenang. Win or become a loser at all. Bukan masalah egois atau attitude manusia bukan macan yang cuma kenal hukum rimba. The truth is kalo lo ga menang you'll get nothing even just a money. Mau gitu ortu atau anak lo ga bisa sekolah atau bahkan kelaparan? Amit2.. Jangan sampe. Sebanyak apapun quotes dan klub perdamaian dan keadilan di dunia ini hukum rimba akan terus berlaku sampai kiamat. So, please just become a winner.

Yang mau gue perbaiki disini adalah: waktu kecil dulu gue gak ngerti apa yang baik buat diri gue dan begitu pula ortu gue bukan ortu yang mendukung keinginan anaknya. Misal: gue dulu sekolah di SMP terbaik di kota bandung dengan akhirnya ga didukung ortu buat bergaul disana. Alhasil ya cuma dapet nilai ga punya temen, i think it's not good. Lo butuh dua-duanya, bahkan tiga, nilai, reputasi, dan teman. Naik kelas ke SMA gue keukeuh pindah sekolah karena gue gak mau gaul dengan anak-anak yg ga update, kerjaannya mabok+nongkrong di kantin, ditanyain apa2 gak ngerti. Nyokap bersikukuh dengan: kalo bagus mah ya bagus aja, ga akan kepengaruh tempat dan temen. Itu salah banget. Gue pinter, dan akan lebih pinter lagi kalo dapet teman dan guru yang sepadan. Kuliah: dimasukin ke jurusan yang menurut psikolog gue bakat, menurut nyokap keren, tapi gue gak tau itu apa, yang akhirnya gue jadi orang paling bodoh se gedung. Nyokap bilang "yaiyalah kamu kalah, mereka kan udah start belajar dari dulu". Gue udah begadang, ga makan, ga main, ga tidur nilai masih dapet C dan pas kerja gaji gue 3 juta doang. Mudah2an itu ga tergolong ga bersyukur tapi gue lagi membicarakan fakta yahg ada bahwa kalo gue yang jadi arsitek agak susah untun balik modal. Dan pujian orang2 tentang "wahh kereen" REALLY can buy nothing. Sementara itu mba2 jualan casing hp di instagram bisa jalan2 ke eropa dari hasil kerjanya. Sedih gue jadi arsitek.


Mostly gue berfikir misalnya gue pilih jalan lain apa yang akan terjadi sekarang? Setiap kejadian di atas gue bisa ambil hikmahnya. Misal gue sekolah di SMP yang lebih biasa mungkin gue ga bisa punya prestise dan malah jadi minder pas SMA. Misal gue sekolah di SMA favorit mungkin gue juga akan jadi minder karena gue jadi yang paling begi sesekolahan. Misalnya gue gak milih kerja jadi arsitek? Don't know what will going happen, tapi kl masalah yang terakhir gue bersyukur krn profesi itu gue skrg jadj kenal orang2 yang memberi arti lebih pada hidup gue.

Di posting ini gue ga ada maksud blaming ke ortu sama sekali, cuma gue pikir kalo seseorang tau lebih dini what the purpose of their life apakah mereka akan lebih berani mempertahankan decision hidup mereka? Apa yang sebenernya bikin mereka bahagia? Sukses bener2 ga bisa diitung hanya dari prestasi atau siapa aja manusia yang mengakui lo dalam hidupnya, but success is when someone getting what they want, when they are happy.

Try to love myself more

Kalo sekarang gue bisa bilang dulu gue maksa banget kerja di Jakarta. Sengaja loncat kesana hanya karena gue pikir temen2 gue yang hebat2 kerja disana. Yeah, they're good because they're great. Lah guee?? Dengan kepolosan yang gue punya bos gue manfaatin gue biar bisa di push tapi juga digaji murah. Dibela2in pulang jumat tengah malem atau sabtu pagi, senin subuh naik kereta langsung ke kantor, pulang malem masih nyuci baju atau nerusin kerjaan kantor, nebeng tinggal di rumah bude karena gaji gue gak cukup buat ngekost. Nerima order diluar job kantor dengan harapan punya uang saku tambahan yang malah mengakibatkan gue kerja 7x24 jam dan malah ngerusak reputasi gue karena gak semua job bisa dikerjakan dengan baik. What a mess. Sedih banget kalo inget itu. Alhamdulillah sekarang punya tempat yang jauuuuhhh lebih baik dan gue lebih sayang beliau dan kebetulan deket rumah ortu jadi gue bisa ketemu mereka kapanpun gue mau. Gaji masih masalah banget sih.. Hahaha.. Tapi seenggaknya skrg gue udah punya mobil, good dress, good shoes, wearing heels anytime I want. Kalo waktu itu gue gak sebodo amat dengan kata2 bos gue "kamu ngapain pulang? Belom jadi apa2 kok pulang" mungkin sekarang gue gak jadi seperti sekarang.

It's okay to follow your heart sometimes. When you feel you've had enough just trying to figure something new. Everything will be going worst, but don't ever lose your hope and keep working. May love will lead you to better world.

Yeah I know nothing last forever. Dalam hitungan hari semua titel, gaji, link, dan fasilitas yang gue punya selama ini akan hilang. Gue akan jadi lebih gembel daripada gue yang dulu bela2in kabur ke jakarta demi prestise. Tapi yaudahlah.. Mudah2an gue bisa ikhlas dan Allah ngasih jalan yang lebih baik lagi buat gue dan orang2 yg gue sayang. Aamiin.

8.12.15

I won already. By being brave to follow my heart wants, living alone in a strange city and survive, brave to choose what's matter to be fight, living in the way I am, never walked away from the way I've been choosen. I'm already won by being brave to follow my heart says.
Today I face the man who needs an explanation and wanna see its progress truly. He doesn't care of your faults as long you keep fight to make it true.


In another day, I met the man who wants to see the hard work of you. See how you try to make it true then he will give the answer

5.12.15

I always see the man who cheer me up

Maybe now I know the answer,

Only me could cheer myself up. Cheer myself up first, the man will do the rest.
I have different way to cheering up.

2.12.15

Gimana caranya beresin gambar dan desain 😭😭😭