Let's come at once. And drive this life together.
post-grad student (arch master), live in Bandung, hates Jakarta. my bucket lists are strolling around the world, got much money at work, have a beautiful landed house and grey Mercy.
30.11.15
28.11.15
I will have no idea how I meet my husband. How I finally do not run when he runs for me. How to say I do answers that awkward question, and why I wanted him so much. Surely he will be the kindest God ever made, the strongest among all over the world, responsible husband and loving father, money tree, full experience but protects himself just for me, the one that only choose me to be his side so I choose him back. Together we're going through this life and world either with somebody or not.
24.11.15
What I saw last time: happiness and success of people. Ada yang cantik, punya banyak temen, dapet beasiswa ke luar negeri, jalan2 keliling dunia, beli apartemen sendiri, some kind of it girl dan gue terlalu minder utk gabung sm mereka.
Mungkin gue terlalu banyak liat orang lain dan jadi ga fokus sm diri sendiri. I push myself too hard. Kebahagiaan harusnya ada di dalem diri gue sendiri. I just have to find it.
23.11.15
22.11.15
world
gue harus terima bahwa sebaik apapun orang suatu hari akan berubah juga. kalopun ga berubah pasti ada khilafnya. namanya juga manusia.
dunia gak akan pernah mengharapkan kehadiran kita kecuali kita bisa ngasih sesuatu buat orang lain.
beberapa orang mungkin mau menerima kita apa adanya, tapi biasanya yang lebih eksis adalah orang-orang yang nerima kita adanya apa, dan kadang2 itu ortu kita sendiri.
jangan pernah percaya siapapun kecuali itu keluarga kita sendiri. sebaik-baiknya orang lain akan tetap jadi orang lain dan seburuk-buruknya keluarga darah kita masih sama.
gue akan berhenti melakukan sesuatu karena perasaan. gue memandang semuanya sebagai sesuatu yang memang harus dikerjakan, dilewati, atau diselesaikan. Mending mikir kita ngasih apa daripada dapet apa. Tapi kalo memang ada yang tulus ngasih ya harus dihargai.
I rather be alone than together with a bad company.
dunia gak akan pernah mengharapkan kehadiran kita kecuali kita bisa ngasih sesuatu buat orang lain.
beberapa orang mungkin mau menerima kita apa adanya, tapi biasanya yang lebih eksis adalah orang-orang yang nerima kita adanya apa, dan kadang2 itu ortu kita sendiri.
jangan pernah percaya siapapun kecuali itu keluarga kita sendiri. sebaik-baiknya orang lain akan tetap jadi orang lain dan seburuk-buruknya keluarga darah kita masih sama.
gue akan berhenti melakukan sesuatu karena perasaan. gue memandang semuanya sebagai sesuatu yang memang harus dikerjakan, dilewati, atau diselesaikan. Mending mikir kita ngasih apa daripada dapet apa. Tapi kalo memang ada yang tulus ngasih ya harus dihargai.
I rather be alone than together with a bad company.
Suatu hari semuanya yang ada di samping kita bakal ninggalin kita. Semua orang akan berusaha merebut dunia yang udah kita bangun dengan susah payah, satu2, dengan menggantungkan harapan yang tinggal sedikit lg rercapai. Suatu hari semua akan nyalahin kita, bersikap bahwa kita adalah orang paling ga guna di dunia. Jadi, syukuri aja selama semuanya masih ada dan baik2 aja.. Karena apa yang akan dilihat nanti belum tentu akan sebaik sekranang
20.11.15
Relation between life and happiness
Gue percaya kalo dimanapun kapanpun dan apapun yang kita lakukan sebaiknya semata2 supaya bikin kita bahagia. Misalnya jd arsitek itu prestise dan akhirnya gue disuruh masuk arsitek.. Kenyataannya juga sekarang gue gak bahagia sama sekali jadi arsitek. Ngerasa bodoh banget dan ga ngerti apa2.
Di satu sisi kayaknya cemen banget kalo gue nikah dan jadi IRT aja.. Loh siapa tau jadi istri direktur adalah segalanya buat gue? Who knows?
Masing2 orang punya bahagianya sendiri2.. Ada yang bahagia kalo udah punya pacar, ada yang bahagia kalo udah menjabat sesuatu, ada yang bahagia kalo punya duit banyak, ada yg bahagia kalo punya anak. Maka akhir rumusnya adalah:
1. Tentukan apa target hidup kamu dan berusaha capai itu.. Kalo udah hampir kecapai siapin target berikutnya
2. Just believe kalo awal akan selalu sulit, berliku, dan bikin nangis..
3. Setiap perbuatan ada resikonya, pastikan setiap mengambil keputusan sudah dalam keadaan berani tanggung resiko
4. Jaman sekarang uang sepetinya lebih penting daripada hati... Jadi, jd kaya lah dulu baru bagi2 hati. I mean it.
5. You are the mirror of your friend. Cari geng-geng kece badai buat jadi temen, supaya cantiknya nular
6. Jangan pernah berhenti berkarya hidup cuma sekali dan cuma sekali2nya itu Tuhan kasih kesempatan buat hapusin dosa
7. Tulis keinginan kamu, dan banyak berdoa supaya Tuhan memudahkan dan mengabulkan impian itu.
8. Dalam perjalanan menggapai impian jamgan pernah menempatkan diri sebagai orang yang kalah/gak tau apa2.. Lo harus selalu menang dan selalu tau apa2.
Saat ini gue cuma pengen bisa hidup mandiri. Punya uang sendiri, tabungan, deposito, asuransi, cc, dan hidup bahagia dan aman dengan uang yang gue punya. Abis itu bahagiain ortu gue dan orang2 yang sayang sama gue. Kalo suatu hari udah kecapai semua gue oengen tetep bisa jadi mommy yang banyak duit dan berbuat banyak utk orang lain
19.11.15
Someday I hope I could meet someone who makes me worth to be a woman, lady, wife, and mother.. Someone who maybe not always staying around but his soul covered me wherever he is. Our video call will be happiest moment ever. He is the one that made all ex of mine regreting has dumped me. I'm the leader of my own life, but he will guide me so I wouldn't get lost. He is the one that makes everybody said, "yes you're that right to choose him"
17.11.15
15.11.15
stupid things to do in life
it's stupid
when you feeling close into someone then trust him/her/them fully
it's stupid
when you trust someone who doesn't trust you
when you feeling close into someone then trust him/her/them fully
it's stupid
when you trust someone who doesn't trust you
14.11.15
trust & guy
I's hard for me to trust a guy. Please tell me how to trust. I met somebody that breaking inside, I love him, or taking care of him for truth, and for sake I love him because God sent him to me. I have no business with love and all I do is just taking care of him like what I promised to God. He's coming to me, say that he loves me a lot lot lot and finally choose to stay with me anytime anywhere. Whatever we do is tied a knot and after years he's cheating with somebody better, dumped me, ruins my family and life. After everything of him become a mess he's coming to me and wished me to forgive him. Eat that shit man. You deserve for a shit.
second experience is about my lovely best friend, who has stay for me around 6 years. 6 years we love each other and finally we get together. One day I found him lies by not telling me that he took master degree, next day I found him getting out with someone he said "nothing special" and not telling me that "special" for him where he went. He's that mad when I keep asking "where'd you go? I'm looking for you", he said that it's not my problem and I should let him wherever he wanna go. Next day he used me to drive him searching for a damn fool shoes. Next day he asked to meet just to tell that he wanna go to Hong Kong for school. And even I could run for him he will never care of me. And the next day he leave my line message like his dad eft his mom. You're really like father like son dude. A son from a bitch finally being a bitch too. Happy to hear that. Hope finally you're being a gay like you used to be.
third experience is with not a bad guy. I believe he's that good, kind, and love everyone honestly. But parallel with his kindness any person trying to lie to him. He got mad and makes everything become a mess. I DO NOT A GOOD GIRL ACTUALLY, So I'm not expecting to clean being a suspect. Honestly I really want to getting mad too whatever his explanation. But I'm planning to let him do whatever he wants, telling the truth, and then I go.
Dear the third guy, what if you know that I want to live like you used to live. be kind, honest, and whatever good things like you always said. But I thought the world is not as kind as that. I'm not lucky enough to being a good girl/lady you wished to be. Sorry I've been being bad, despite you, and makes the world being not the same again. I know sorry will not enough. Everyone may kill me if they want to. I'll never sue anyone.
If I were good I must had been being a celebrity now, or someone famous, surrounded by many friends, kill any bae, go to the party almost everyday, and do fabulous things. But as you used to see, I'm just a super ordinary girl who spends her day to go to the office, do rush things, the go to school, and do the rush things again.
I wish you a good sleep, forget all things that rush you today, and I'll go as what you wish. Please be the same person to those who treat you better. I thought I won't leave you, I won't leave somebody kind that needs my help. I just can't leave you if you want to know.
second experience is about my lovely best friend, who has stay for me around 6 years. 6 years we love each other and finally we get together. One day I found him lies by not telling me that he took master degree, next day I found him getting out with someone he said "nothing special" and not telling me that "special" for him where he went. He's that mad when I keep asking "where'd you go? I'm looking for you", he said that it's not my problem and I should let him wherever he wanna go. Next day he used me to drive him searching for a damn fool shoes. Next day he asked to meet just to tell that he wanna go to Hong Kong for school. And even I could run for him he will never care of me. And the next day he leave my line message like his dad eft his mom. You're really like father like son dude. A son from a bitch finally being a bitch too. Happy to hear that. Hope finally you're being a gay like you used to be.
third experience is with not a bad guy. I believe he's that good, kind, and love everyone honestly. But parallel with his kindness any person trying to lie to him. He got mad and makes everything become a mess. I DO NOT A GOOD GIRL ACTUALLY, So I'm not expecting to clean being a suspect. Honestly I really want to getting mad too whatever his explanation. But I'm planning to let him do whatever he wants, telling the truth, and then I go.
Dear the third guy, what if you know that I want to live like you used to live. be kind, honest, and whatever good things like you always said. But I thought the world is not as kind as that. I'm not lucky enough to being a good girl/lady you wished to be. Sorry I've been being bad, despite you, and makes the world being not the same again. I know sorry will not enough. Everyone may kill me if they want to. I'll never sue anyone.
If I were good I must had been being a celebrity now, or someone famous, surrounded by many friends, kill any bae, go to the party almost everyday, and do fabulous things. But as you used to see, I'm just a super ordinary girl who spends her day to go to the office, do rush things, the go to school, and do the rush things again.
I wish you a good sleep, forget all things that rush you today, and I'll go as what you wish. Please be the same person to those who treat you better. I thought I won't leave you, I won't leave somebody kind that needs my help. I just can't leave you if you want to know.
what's world really be
bos gue asli nyeremin banget. gue jadi orang juga gak baik-baik amat sih, tapi kalopun gue baik I feel very underpressured dan berasa masuk ke tahapan "yaudah terserah elo mau gimana".
boleh gak gue milih "no matter how bad I am I don't want even a shout is sending to me"
gue bukan orang baik, dan gue gak pernah ada niat baik, everybody must be good at me when I'm going bad for you.
I feel I can't live in someone pressure. I'm not an animal, I'm not good but I never have a bad idea. I give something for you. I'm not expecting even a thanks but at least please do not shout at me whatever happens. So, if you feel have to deliver your own emotions you better talk to the wall or whatever exist. I'm that enough to understand about you. If I do wrong things to you, let's say what do you need from me than I rather die than to meet you anymore.
boleh gak gue milih "no matter how bad I am I don't want even a shout is sending to me"
gue bukan orang baik, dan gue gak pernah ada niat baik, everybody must be good at me when I'm going bad for you.
I feel I can't live in someone pressure. I'm not an animal, I'm not good but I never have a bad idea. I give something for you. I'm not expecting even a thanks but at least please do not shout at me whatever happens. So, if you feel have to deliver your own emotions you better talk to the wall or whatever exist. I'm that enough to understand about you. If I do wrong things to you, let's say what do you need from me than I rather die than to meet you anymore.
Morning attack
Pagi2 sekantor kaget semua deh sama postingan pak bos yang bertubi2. Intinya dia nuduh salah seorang diantara kami bohong. Reaksi gue: sebodo amat. Bukan sebodo amat krn gue ga boong, tp kalopun gue boong trus mau apa? Ujung2nya juga dipecat kan? Gue udah keseringan dipecat sampe mati rasa. Honestly I really care about him, more than I think about myself. Tp kalo udah jadi orang lain mah ya jadi orang lain aja ya? Emang gue deddy corbusier bisa ngubah2 pikiran orang.
12.11.15
11.11.15
Dictionary of relationship
Friends = someone who knows your lacks but still on your side no matter what
Pals = friends of craziness
Bestfriends = they choose you, you choose them back
Idol = someone who catch your attention everytime in every moves and you wish like to be
Boyfriend = a man who stands by you, especially in cinema and party. Sometimes kissing. Most publicity at socmed as path (but not bbm/whatsapp) to shows how sweet you are.
Husband = God destined to be by your side. Spread once in path, forever at bbm/whatsapp. Soon captured with your kids.
Daddy = kids' pa
buat gue yang punya keterbatasan pengetahuan tetang dunia dan relationship keberadaan orang-orang yang baik dan memperjuangkan gue sungguh sangat berharga. gue cuma bisa belajar dan berdoa suatu hari mereka dapet balasan dari kebaikan yang sudah mereka share sama gue. dan kalopun mereka butuh gue semoga saat itu gue udah cukup baik untuk bantu mereka.
belajar
setelah semua yang dilalui.
gue pernah kerja bareng beberapa orang. pernah kerja bareng partner idaman, bareng konsultan nomer 1 di jakarta (konsultannya nomer 1 dr atas, gajinya nmr 1 dari bawah), kerja bareng salah satu kontraktor nasional dan tim terbaik nasional pula, kerja bareng developer nomer 1 di bandung, kerja bareng the best team on earth, kerja bareng anak pasca yang bentuknya rupa-rupa kayak balonku, kerja bareng orang yang belom ada namanya juga pernah (kantornya nmr 1 dari bawah tapi temen2nya nomer 1 dari atas)
i realize something
1. saat lo bukan siapa-siapa biasanya kantor besar gajinya kecil dan kantor kecil gajinya besar. cobain aja sih 1-1.
2. no matter where we are we stand on our own foot. bohong kalo merk ga nentuin hidup lo, merk nentuin, tapi kaki lo yang kotor akan merusak merk itu juga kalo lo ga bener. sebuah tempat yang no branding will never be a branding for you. kalo lo bagus you'll be his branding. tinggal lo mau apa nggak aja jadi branding mereka. buat gue merk berpengaruh banget buat gue. pertama, merk akan mengelinimasi siapa-siapa aja yang gak jadi branding mereka. so, melihat siapa saja yang masuk saringan itu bagi gue menarik. gak semuanya qualified. menurut gue pribadi mostly mereka dipilih karena politik. bos akan milih orang yang nurut dibanding orang yang pintar. Mengikuti orang-orang yang ada di dalam branding itu so far such a horrible process for me. akhirnya ya ngerti juga sih kenapa begini dan begitu. So far kalo gue memilih untuk sabar dan gue percaya kalo memang ada tempat yang lebih baik Tuhan akan tunjukin buat gue.
3. I believe that branding will give something for me. gue gak mau percaya kalo ada orang bilang "orang mah kalo pinter mau sekolah dimanapun juga pinter" atau "kerja mah dimana aja asal dapet duit". big no. elo bisa ngomong gitu karena pernah ada di tempat branding sebelumnya. you know what this world really are. jadilah ikan kecil di kolam besar dulu supaya bisa menghargai rasanya jadi ikan besar di kolam kecil.
4. gue harus banyak belajar dan banyak meraih keberhasilan. bukan semata-mata gila hormat tapi skill akan menjaga gue sampai kapanpun, khususnya skill tentang men-treat dan memahami orang lain. I want to be an independent woman. Bukan karena gue gak percaya cowok tapi ya siapa yang bisa tau masa depan sih? gue gak pernah percaya ada cowok baik (tapi akhirnya nemu juga loh yang baik. It's hard to believe when I met him. kayak liat hantu. Hahaha) dan biasanya cowok2 yang gue suka tuh bawaannya kurang ajar. Di depan ceweknya aja baik belakangnya mah wah gak tau dah, suka-suka dia aja. gue gak mau terikat dengan manusia macam itu jadi gue milih untuk sendirian daripada harus ngemis-ngemis ke orang kayak gitu.
5. jujur itu susah, tapi berlatihlah untuk jadi orang jujur. jujur yang punya skill tentunya, mengikuti keadaan eksisting jaman. jujur teuing ganggu orang, bohong salah, jujur tapi gak ngaku bisa juga sih, tapi menurut gue itu susah. tapi coba aja, siapa tau situ bisa. gue adalah salah satu orang tidak jujur yang masuk ke kawasan orang jujur. gue bohong saat gue bilang I want to be there for everlasting. denger gajinya aja gue udah gak cocok. belom pas masuk ada ini itu... waaaah udah berapa kali sih niat kabur. tapi karena tiap mau kabur ada aja moment yang bikin balik akhirnya gue balik. tapi ya seburuk-buruknya bangkai pasti bakal tercium kan? dan saat kepepet akhirnya keliatan juga bahwa gue ga memperjuangkan mereka. I fight for myself. shame on me. di satu sisi sejujurnya gue merasa bersalah banget kalo ketidakjujuran gue itu mungkin sudah menyakiti hati orang yang tulus sama gue. satu2nya cara untuk nebus mungkin dengan cara balik lagi dan gives benefits for them.
6. time reveals who they really are. buat gue gak ada orang yang sempurna. even my boss right now dengan segala kejujuran yang dia punya. gue pernah sakit hati banget saat dituduh sesuatu yang gak gue lakukan. dan gue pernah ngomong ke dia, "beware for your emotion. once somebody go, they will never be going back." dan baiknya dia selalu inget kata-kata gue. he stays for me, so I stay for him too.
7. mario teguh pernah bilang, "mustahil baik kalo gak kaya." setuju. baik tanpa kekayaan cuma bullshit. modal doa doang.
8. sesuatu gak datang dengan sendirinya. sesuatu diperjuangkan. kalo sesuatu datang dengan sendirinya elo harus bikin diri lo berjuang buat dia. because nothing lasts forever except you fight it everlasting.
9. lepaskan orang yang mau lepas dari lo sebaik apapun dia. hargai orang yang selalu ada buat lo seburuk apapun dia. ga ada mimpi yang terlalu tinggi selama orang masih mau berusaha dan berdoa. hibur diri lo setelah realize kesalahan yang lo buat. hidup emang akan terus belajar dari kesalahan kok.
10. gue akan terus menerus mempekerjakan diri gue. gue berjuang untuk diri sendiri yang lebih baik, dibuktikan dengan tugas-tugas yang nilainya baik, atau seenggaknya on time. kalo buat diri sendiri udah baik mudah-mudahan jadi kebaikan buat orang lain. kalo ahamdulillah ada yang menghargai perjuangan itu dan bersedia buat maju bareng-bareng ya semoga kami bisa menyebarkan kebaikan itu ke banyak orang lagi, dan membuat relationship yang baik dengan orang-orang baik. kalo baik di dunianya udah pol mudah2an nular sampe akhirat. aaminn
selamat tidur, udah malem.
wish I could be better than yesterday
gue pernah kerja bareng beberapa orang. pernah kerja bareng partner idaman, bareng konsultan nomer 1 di jakarta (konsultannya nomer 1 dr atas, gajinya nmr 1 dari bawah), kerja bareng salah satu kontraktor nasional dan tim terbaik nasional pula, kerja bareng developer nomer 1 di bandung, kerja bareng the best team on earth, kerja bareng anak pasca yang bentuknya rupa-rupa kayak balonku, kerja bareng orang yang belom ada namanya juga pernah (kantornya nmr 1 dari bawah tapi temen2nya nomer 1 dari atas)
i realize something
1. saat lo bukan siapa-siapa biasanya kantor besar gajinya kecil dan kantor kecil gajinya besar. cobain aja sih 1-1.
2. no matter where we are we stand on our own foot. bohong kalo merk ga nentuin hidup lo, merk nentuin, tapi kaki lo yang kotor akan merusak merk itu juga kalo lo ga bener. sebuah tempat yang no branding will never be a branding for you. kalo lo bagus you'll be his branding. tinggal lo mau apa nggak aja jadi branding mereka. buat gue merk berpengaruh banget buat gue. pertama, merk akan mengelinimasi siapa-siapa aja yang gak jadi branding mereka. so, melihat siapa saja yang masuk saringan itu bagi gue menarik. gak semuanya qualified. menurut gue pribadi mostly mereka dipilih karena politik. bos akan milih orang yang nurut dibanding orang yang pintar. Mengikuti orang-orang yang ada di dalam branding itu so far such a horrible process for me. akhirnya ya ngerti juga sih kenapa begini dan begitu. So far kalo gue memilih untuk sabar dan gue percaya kalo memang ada tempat yang lebih baik Tuhan akan tunjukin buat gue.
3. I believe that branding will give something for me. gue gak mau percaya kalo ada orang bilang "orang mah kalo pinter mau sekolah dimanapun juga pinter" atau "kerja mah dimana aja asal dapet duit". big no. elo bisa ngomong gitu karena pernah ada di tempat branding sebelumnya. you know what this world really are. jadilah ikan kecil di kolam besar dulu supaya bisa menghargai rasanya jadi ikan besar di kolam kecil.
4. gue harus banyak belajar dan banyak meraih keberhasilan. bukan semata-mata gila hormat tapi skill akan menjaga gue sampai kapanpun, khususnya skill tentang men-treat dan memahami orang lain. I want to be an independent woman. Bukan karena gue gak percaya cowok tapi ya siapa yang bisa tau masa depan sih? gue gak pernah percaya ada cowok baik (tapi akhirnya nemu juga loh yang baik. It's hard to believe when I met him. kayak liat hantu. Hahaha) dan biasanya cowok2 yang gue suka tuh bawaannya kurang ajar. Di depan ceweknya aja baik belakangnya mah wah gak tau dah, suka-suka dia aja. gue gak mau terikat dengan manusia macam itu jadi gue milih untuk sendirian daripada harus ngemis-ngemis ke orang kayak gitu.
5. jujur itu susah, tapi berlatihlah untuk jadi orang jujur. jujur yang punya skill tentunya, mengikuti keadaan eksisting jaman. jujur teuing ganggu orang, bohong salah, jujur tapi gak ngaku bisa juga sih, tapi menurut gue itu susah. tapi coba aja, siapa tau situ bisa. gue adalah salah satu orang tidak jujur yang masuk ke kawasan orang jujur. gue bohong saat gue bilang I want to be there for everlasting. denger gajinya aja gue udah gak cocok. belom pas masuk ada ini itu... waaaah udah berapa kali sih niat kabur. tapi karena tiap mau kabur ada aja moment yang bikin balik akhirnya gue balik. tapi ya seburuk-buruknya bangkai pasti bakal tercium kan? dan saat kepepet akhirnya keliatan juga bahwa gue ga memperjuangkan mereka. I fight for myself. shame on me. di satu sisi sejujurnya gue merasa bersalah banget kalo ketidakjujuran gue itu mungkin sudah menyakiti hati orang yang tulus sama gue. satu2nya cara untuk nebus mungkin dengan cara balik lagi dan gives benefits for them.
6. time reveals who they really are. buat gue gak ada orang yang sempurna. even my boss right now dengan segala kejujuran yang dia punya. gue pernah sakit hati banget saat dituduh sesuatu yang gak gue lakukan. dan gue pernah ngomong ke dia, "beware for your emotion. once somebody go, they will never be going back." dan baiknya dia selalu inget kata-kata gue. he stays for me, so I stay for him too.
7. mario teguh pernah bilang, "mustahil baik kalo gak kaya." setuju. baik tanpa kekayaan cuma bullshit. modal doa doang.
8. sesuatu gak datang dengan sendirinya. sesuatu diperjuangkan. kalo sesuatu datang dengan sendirinya elo harus bikin diri lo berjuang buat dia. because nothing lasts forever except you fight it everlasting.
9. lepaskan orang yang mau lepas dari lo sebaik apapun dia. hargai orang yang selalu ada buat lo seburuk apapun dia. ga ada mimpi yang terlalu tinggi selama orang masih mau berusaha dan berdoa. hibur diri lo setelah realize kesalahan yang lo buat. hidup emang akan terus belajar dari kesalahan kok.
10. gue akan terus menerus mempekerjakan diri gue. gue berjuang untuk diri sendiri yang lebih baik, dibuktikan dengan tugas-tugas yang nilainya baik, atau seenggaknya on time. kalo buat diri sendiri udah baik mudah-mudahan jadi kebaikan buat orang lain. kalo ahamdulillah ada yang menghargai perjuangan itu dan bersedia buat maju bareng-bareng ya semoga kami bisa menyebarkan kebaikan itu ke banyak orang lagi, dan membuat relationship yang baik dengan orang-orang baik. kalo baik di dunianya udah pol mudah2an nular sampe akhirat. aaminn
selamat tidur, udah malem.
wish I could be better than yesterday
after all
akhirnya hari itu datang juga
dimana akhirnya gue dan bos gue membicarakan apakah gue akan resign atau tidak. he said dia gak tau berita itu akan jadi berita baik atau buruk buat gue tapi kondisi perusahaan mengharuskan yang mau jadi karyawan untuk full time dan no time for lack karena pekerjaan baru yang ditumbalkan buat tim gue pastinya akan hectic banget. ga hectic aja gue udah ripuh apalagi hectic.
I can't help myself for not crying.
Dan kalo emang bos gue bener dia pasti juga sebenernya berat dan sedih ngomong gitu. tapi ya gimana lagi atuh. kalo bisa juga gue pasti akan menahan diri biar ga nangis. tapi akhirnya gue nangis juga kan.
buat gue berita itu bagus engga buruk juga ngga. I don't knooow really. deep in myself gue berterimakasih banget banget banget dengan segala keterbatasan yang gue miliki ada aja orang yang mau nerima gue. yah dimarahin mah pasti kalo gue bikin salah, kalo gak dimarahin namanya gak sayang. justru karena semua ke fair-an yang mereka kasih shows me that they are really care. di sisi lain gue gak mungkin nolak kesempatan yang datang untuk sekolah. kapan lagi muda? kapan lagi bisa sekolah? sementara orang lain susah cari kesempatan atau bahkan cari duit gue dikasih kesempatan begitu aja untuk milih apa yang gue mau. buat gue itu kayak buah simalakama. tapi akhirnya kan gue pilih sekolah karena gue pikir mengorbankan waktu untuk menimba ilmu dan tau sesuatu yang baru akan lebih long lasting dibandingkan bekerja di kantor itu. "Itu" doesn't means tim gue, it means atasan-atasan lain yang memandang gue sama kayak orang lain. I don't like to be an ordinary right now.
sambil nangis gue pilih sekolah deh. karena dengan memilih sekolah berarti gue harus ninggalin orang-orang yang udah bikin gue safe. If there's a hidden treasure in the world they are shown by time, they called friends, dan tim gue sebagai teman adalah teman yang sebenar-benarnya. dengan semua kekesalan yang gue pribadi pernah alami they're the best among all. masing-masing dari mereka udah nunjukin ke gue how to be good, how to be kind, how to be strong, dan bahwa dunia ini kita yang nentuin indah enggaknya, bukan orang lain. you've to be great enough to make your own world.
awalnya gue ngerasa hurt nya resign itu sama dengan kayak orang lain disuruh cerai sama suaminya. tapi yang ini rasanya beda. gue takut melakukan kebodohan. udah punya tempat yang baik2in gue kok ditinggal. sebenernya kalo mau jujur sih yaaa gue masih berfikir kantor gue gitu amat ngasih gajinya :(((( kalo masalah bonus sih itu karena bos eike baik ajaa, dan sebagai orang yang menutup mata atas keberadaan bonus gue insya allah gak keberatan masalah bonus (meskipun makin kesini pasti makin tipis pertahanannya karena orang lain udah kemana2 dengan bonus yang mereka punya). tapi gue yakin masalah gaji itu masalah orang HRD sama dirut teknik. lainnya sih masalah personal dan personal itu yang bikin gue berfikir berkali2. ibarat udah ada cowo baik2 dateng, kemana2 gue dianter, gue minta apa2 diiyain, gue kenapa2 dibelain, eh ditinggal juga ujungnya.
kalo tentang gaji gue selalu berdoa dikasih kekuatan buat membuka diri. gue harus sadar gue cuma orang kecil, gak pantes minta macem2. kalo emang gue berharga orang pasti ngasih. atau kalaupun orang gak ngasih Tuhan pasti akan melindungi hambanya yang berusaha. Gue pengen percaya kayak gitu. tapi takutnya gak bisa, tapi ngarepnya bisa. yang kayak gitu baik ga sih? semoga dunia ini masih cukup baik untuk dibaikin.
endless words for my team: thanks will never be enough for all your kindness and care. bapak ibu has been being my best. semoga suatu hari saya bisa sebaik bapak ibu. maaf sudah selalu jadi anak kecil yang nyusahin. saya akan selalu berusaha jadi yang lebih baik supaya kalo suatu hari kita ketemu lagi saya bisa bantuin kalian dengan lebih baik lagi. endless pray for your glorify, may our relationship will be an infinity
much love
Tia
dimana akhirnya gue dan bos gue membicarakan apakah gue akan resign atau tidak. he said dia gak tau berita itu akan jadi berita baik atau buruk buat gue tapi kondisi perusahaan mengharuskan yang mau jadi karyawan untuk full time dan no time for lack karena pekerjaan baru yang ditumbalkan buat tim gue pastinya akan hectic banget. ga hectic aja gue udah ripuh apalagi hectic.
I can't help myself for not crying.
Dan kalo emang bos gue bener dia pasti juga sebenernya berat dan sedih ngomong gitu. tapi ya gimana lagi atuh. kalo bisa juga gue pasti akan menahan diri biar ga nangis. tapi akhirnya gue nangis juga kan.
buat gue berita itu bagus engga buruk juga ngga. I don't knooow really. deep in myself gue berterimakasih banget banget banget dengan segala keterbatasan yang gue miliki ada aja orang yang mau nerima gue. yah dimarahin mah pasti kalo gue bikin salah, kalo gak dimarahin namanya gak sayang. justru karena semua ke fair-an yang mereka kasih shows me that they are really care. di sisi lain gue gak mungkin nolak kesempatan yang datang untuk sekolah. kapan lagi muda? kapan lagi bisa sekolah? sementara orang lain susah cari kesempatan atau bahkan cari duit gue dikasih kesempatan begitu aja untuk milih apa yang gue mau. buat gue itu kayak buah simalakama. tapi akhirnya kan gue pilih sekolah karena gue pikir mengorbankan waktu untuk menimba ilmu dan tau sesuatu yang baru akan lebih long lasting dibandingkan bekerja di kantor itu. "Itu" doesn't means tim gue, it means atasan-atasan lain yang memandang gue sama kayak orang lain. I don't like to be an ordinary right now.
sambil nangis gue pilih sekolah deh. karena dengan memilih sekolah berarti gue harus ninggalin orang-orang yang udah bikin gue safe. If there's a hidden treasure in the world they are shown by time, they called friends, dan tim gue sebagai teman adalah teman yang sebenar-benarnya. dengan semua kekesalan yang gue pribadi pernah alami they're the best among all. masing-masing dari mereka udah nunjukin ke gue how to be good, how to be kind, how to be strong, dan bahwa dunia ini kita yang nentuin indah enggaknya, bukan orang lain. you've to be great enough to make your own world.
awalnya gue ngerasa hurt nya resign itu sama dengan kayak orang lain disuruh cerai sama suaminya. tapi yang ini rasanya beda. gue takut melakukan kebodohan. udah punya tempat yang baik2in gue kok ditinggal. sebenernya kalo mau jujur sih yaaa gue masih berfikir kantor gue gitu amat ngasih gajinya :(((( kalo masalah bonus sih itu karena bos eike baik ajaa, dan sebagai orang yang menutup mata atas keberadaan bonus gue insya allah gak keberatan masalah bonus (meskipun makin kesini pasti makin tipis pertahanannya karena orang lain udah kemana2 dengan bonus yang mereka punya). tapi gue yakin masalah gaji itu masalah orang HRD sama dirut teknik. lainnya sih masalah personal dan personal itu yang bikin gue berfikir berkali2. ibarat udah ada cowo baik2 dateng, kemana2 gue dianter, gue minta apa2 diiyain, gue kenapa2 dibelain, eh ditinggal juga ujungnya.
kalo tentang gaji gue selalu berdoa dikasih kekuatan buat membuka diri. gue harus sadar gue cuma orang kecil, gak pantes minta macem2. kalo emang gue berharga orang pasti ngasih. atau kalaupun orang gak ngasih Tuhan pasti akan melindungi hambanya yang berusaha. Gue pengen percaya kayak gitu. tapi takutnya gak bisa, tapi ngarepnya bisa. yang kayak gitu baik ga sih? semoga dunia ini masih cukup baik untuk dibaikin.
endless words for my team: thanks will never be enough for all your kindness and care. bapak ibu has been being my best. semoga suatu hari saya bisa sebaik bapak ibu. maaf sudah selalu jadi anak kecil yang nyusahin. saya akan selalu berusaha jadi yang lebih baik supaya kalo suatu hari kita ketemu lagi saya bisa bantuin kalian dengan lebih baik lagi. endless pray for your glorify, may our relationship will be an infinity
much love
Tia
some kind of terror, eh?
dibilang terror ya berlebihan sih. gue bukan presiden, orangnya juga ngancemnya ga ngancem ngebunuh apalagi sampe pake senapan. saya cuma orang biasa yang saat itu niatnya sedang meniti karir, tiba2 gue deket sama orang dan menurut gue orang itu udah berbuat hal yang kurang ajar ke gue. jadi dia nuntut supaya gue ada buat dia, tetep ada di sampingnya kapanpun dia butuh tapi dia maunya pacaran sama orang lain. boleh ga gue bilang yang kayak gitu tuh kurang ajar? gue bukan lem. gue bisa lepas kapan aja gue mau. gue bilang saat itu gue cuma punya dua pilihan, kalo dia butuh ya please propose me. tapi kalo dia lebih butuh yang itu ya silakan pergi, ga usah hubung-hubungin gue lagi, gak sudi. dan lo tau apa yang dia bilang?
kalimat itu gak pernah gue lupain sampe sekarang.
saat itu akhirnya dia memilih si cewek B yang katanya solehah banget. dan kata orang-orang juga dia solehah dan architecture sweetheart banget (dan akhirnya saat itu gue jadi bitchnya. tau gak rasanya kemanapun melangkah everyone saw you as a bitch?). tiap dia nelfon gue reject. dia nelfon bokap gue, gue marahin bokap gue, nggak usah nerima2 telfon dari orang kurang ajar. beberapa waktu kemudian gue baru tau dia udah putus sama cewek itu dan akhirnya jadian dan nikah sama cewek lain. gue ga tau sih dulu niatnya dia nelfon gue itu mau ngehubungin doang atau apaan. yang jelas waktu itu udah gue reject abis-abisan dan sejak itu doi the end sama gue gak pernah ngehubungin lagi.
waktu berlalu. semua orang udah lupa kisah itu dan kalopun inget mereka pasti udah nganggep itu cinta monyet. gue juga mau nganggep itu cinta monyet aja. tapi sekarang gue udah agak naik pangkat. udah ikut-ikuut organisasi keprofesian dan dapet newsletter dari mereka. tiap ada undangan gathering gue rasanya deg-degan. gue gak mau ketemu orang itu. buat gue orang itu horror karena dimanapun dia berada dia akan selalu ngancam gue, membuat gue selalu ada di bawah bayang-bayang dia. trus tiba-tiba gue inget dulu pas gue cerita gue dibilang gitu salah sau temen gue yang expert banget di kancah persilaturahmian bilang, "ya lo harus tahan perasaan lo. lo pikir gue sama mantan gue baik2 aja? itu juga gue usaha buat baik-baik aja dan usaha gue gak gampang. lo harus bisa kalahin perasaan lo"
I was fighting at the first time. setelah kesini-kesini dia makin kurang ajar dan bawa-bawa ortu gue gue memutuskan untuk cut dia dari hidup gue. buat gue dia bener-bener kayak serangga yang harus dibunuh. disiksa hidup2 kalo perlu. dengan gak menuruti kata temen gue itu sekarang gue rasanya deg-degan tiap dapet newsletter gathering atau ketika harus menjalin silaturahmi sama temen-temen satu profesi. gue rasanya gak bisa senyum selebar yang lain, gak bisa blak-blakan ceritain tentang perjalanan gue sama yang lain. gue selalu berfikir sebaik apapun gue usaha suatu hari akan ada yang bocorin bahwa dulu gue begini begitu. gue merasa antara salah jadi orang baik atau selama ini gue terlalu bego untuk mengartikan bodoh sebagai baik. andaikan waktu itu gue nurut apa kata temen gue sekarang kami sedang apa ya?
inikah nyesel yang dia maksud?
kalo misal akhirnya waktu itu gue memilih untuk nutupin perasaan gue apakah sekarang kami sedang mendapat bahagianya masing-masing? karena saat itu karena gue terlalu jujur sama perasaan gue sekarang gue melihat bahwa dia bahagia dan gue sama sekali enggak. dia bahagia banget sekeluarga-keluarganya. punya istri begitu (tau cantik tau enggak, tapi at least dia udah nikah dan gue belom), kakaknya yang dulu ibaratnya nyusahin dia karena ga nikah-nikah itu sekarang akhirnya sudah menikah dan sepertinya suaminya baik banget. nyokap bokapnya yang dulu ketar-ketir takut ga bisa liat anaknya nikah sekarang kesampean liat anaknya nikah dan alhamdulillah udah liat cucu juga meskipun baru dari anaknya. finally they have a beautiful life like what they always wished. dia udah lupain gue sementara gue kemanapun pergi masih inget dia dalam arti pembuat teror.
I keep thinking bahwa hidup itu kita sendiri yang buat. kalo kita buat itu susah ya jadi bakal susah. kalo dibuat gampang ya gampang. nurutin orang gak akan ada abisnya. gue gak salah juga suatu hari pasti ada aja yang nyalahin. kalo gue bandel ya bandel aja gak usah sok-sok baik karena suatu hari pasti akan ada aja orang yang membuka kebandelan itu dan membuat kebaikan kita jadi kebodohan. gue berfikir ini saatnya gue sok-sok tebel muka, berperilaku seolah-olah gue gak punya dosa. I keep walking as far as I can.
sebenernya dari semua kejadian di hidup gue sepertinya gue cuma takut satu hal. suatu hari orang yang ada di samping gue kena imbas dari apa yang udah gue buat. gue gak mau ortu, atau keluarga gue di masa depan, atau bahkan anak misalnya kalo emang nanti gue dipercaya untuk ngasuh kena imbas hal-hal buruk dari kehidupan ibunya di masa lalu. mereka berhak bahagia karena mereka juga usah bahagiain gue.
kita tuh satu profesi. suatu hari kamu pasti butuh aku. dan kalo kamu nge delete aku kamu pasti bakalan nyesel.
kalimat itu gak pernah gue lupain sampe sekarang.
saat itu akhirnya dia memilih si cewek B yang katanya solehah banget. dan kata orang-orang juga dia solehah dan architecture sweetheart banget (dan akhirnya saat itu gue jadi bitchnya. tau gak rasanya kemanapun melangkah everyone saw you as a bitch?). tiap dia nelfon gue reject. dia nelfon bokap gue, gue marahin bokap gue, nggak usah nerima2 telfon dari orang kurang ajar. beberapa waktu kemudian gue baru tau dia udah putus sama cewek itu dan akhirnya jadian dan nikah sama cewek lain. gue ga tau sih dulu niatnya dia nelfon gue itu mau ngehubungin doang atau apaan. yang jelas waktu itu udah gue reject abis-abisan dan sejak itu doi the end sama gue gak pernah ngehubungin lagi.
waktu berlalu. semua orang udah lupa kisah itu dan kalopun inget mereka pasti udah nganggep itu cinta monyet. gue juga mau nganggep itu cinta monyet aja. tapi sekarang gue udah agak naik pangkat. udah ikut-ikuut organisasi keprofesian dan dapet newsletter dari mereka. tiap ada undangan gathering gue rasanya deg-degan. gue gak mau ketemu orang itu. buat gue orang itu horror karena dimanapun dia berada dia akan selalu ngancam gue, membuat gue selalu ada di bawah bayang-bayang dia. trus tiba-tiba gue inget dulu pas gue cerita gue dibilang gitu salah sau temen gue yang expert banget di kancah persilaturahmian bilang, "ya lo harus tahan perasaan lo. lo pikir gue sama mantan gue baik2 aja? itu juga gue usaha buat baik-baik aja dan usaha gue gak gampang. lo harus bisa kalahin perasaan lo"
I was fighting at the first time. setelah kesini-kesini dia makin kurang ajar dan bawa-bawa ortu gue gue memutuskan untuk cut dia dari hidup gue. buat gue dia bener-bener kayak serangga yang harus dibunuh. disiksa hidup2 kalo perlu. dengan gak menuruti kata temen gue itu sekarang gue rasanya deg-degan tiap dapet newsletter gathering atau ketika harus menjalin silaturahmi sama temen-temen satu profesi. gue rasanya gak bisa senyum selebar yang lain, gak bisa blak-blakan ceritain tentang perjalanan gue sama yang lain. gue selalu berfikir sebaik apapun gue usaha suatu hari akan ada yang bocorin bahwa dulu gue begini begitu. gue merasa antara salah jadi orang baik atau selama ini gue terlalu bego untuk mengartikan bodoh sebagai baik. andaikan waktu itu gue nurut apa kata temen gue sekarang kami sedang apa ya?
inikah nyesel yang dia maksud?
kalo misal akhirnya waktu itu gue memilih untuk nutupin perasaan gue apakah sekarang kami sedang mendapat bahagianya masing-masing? karena saat itu karena gue terlalu jujur sama perasaan gue sekarang gue melihat bahwa dia bahagia dan gue sama sekali enggak. dia bahagia banget sekeluarga-keluarganya. punya istri begitu (tau cantik tau enggak, tapi at least dia udah nikah dan gue belom), kakaknya yang dulu ibaratnya nyusahin dia karena ga nikah-nikah itu sekarang akhirnya sudah menikah dan sepertinya suaminya baik banget. nyokap bokapnya yang dulu ketar-ketir takut ga bisa liat anaknya nikah sekarang kesampean liat anaknya nikah dan alhamdulillah udah liat cucu juga meskipun baru dari anaknya. finally they have a beautiful life like what they always wished. dia udah lupain gue sementara gue kemanapun pergi masih inget dia dalam arti pembuat teror.
I keep thinking bahwa hidup itu kita sendiri yang buat. kalo kita buat itu susah ya jadi bakal susah. kalo dibuat gampang ya gampang. nurutin orang gak akan ada abisnya. gue gak salah juga suatu hari pasti ada aja yang nyalahin. kalo gue bandel ya bandel aja gak usah sok-sok baik karena suatu hari pasti akan ada aja orang yang membuka kebandelan itu dan membuat kebaikan kita jadi kebodohan. gue berfikir ini saatnya gue sok-sok tebel muka, berperilaku seolah-olah gue gak punya dosa. I keep walking as far as I can.
sebenernya dari semua kejadian di hidup gue sepertinya gue cuma takut satu hal. suatu hari orang yang ada di samping gue kena imbas dari apa yang udah gue buat. gue gak mau ortu, atau keluarga gue di masa depan, atau bahkan anak misalnya kalo emang nanti gue dipercaya untuk ngasuh kena imbas hal-hal buruk dari kehidupan ibunya di masa lalu. mereka berhak bahagia karena mereka juga usah bahagiain gue.
Bestfriend
Penting banget buat punya seseorang yang selalu ada dan selalu baik buat kita di samping kita. Sayangnya orang itu ga bisa dicari. Time reveals who they really are. Dan saya berterimakasih sekali untuk semua yang sudah selalu ada di samping saya untuk selalu mendukung saya.
saya gak bisa sukses sendirian.
saya gak bisa sukses sendirian.
10.11.15
You got your own runway
Apapun yang dikatakan orang semuanya berakhir pada keputusan kita sendiri. Kita bahagia atau sedih, kaya miskin pintar bodoh semuanya atas decision yang kita buat. Berdoa selalu supaya senantiasa dibimbing di pilihan yang tepat, jangan menyerah sebelum bahagia, dan selalu bersiap utk kemungkinan terburuk.
Gue pernah ngerasain rasanya jadi orang yang bebas berkarya. Mau bikin apapun terserah.. Bagus syukur nggak ya gak papa. Sejak peristiwa itu gue jujur aja ngerasa punya bom waktu. Sesukses2nya gue suatu hari orang itu akan muncul dan menghancurkan semuanya. Tapi dipikir2 hidup emang bakal selalu ada masalah kan ya?
Tinggal gmn cara kita survive aja.
Sakit banget sih rasanya diginiin tuh. Elo yang enak karena skrg udh jadi anak emas sih bisa ketawa2 dan nyalahin gue, bilang gue bego bodoh dsb dan sibuk bikin teori plus berbagai kebijakan. Coba lo jadi gue, lo udah kepepet umur, lo harus sekolah dan dapet nilai bagus kalo mau idup, tapi kalo lo sekolah lo ga bisa kerja, padahal lo butuh banget duit. Belom ortu lagi nyuruh2 nikah. Tetangga om tante juga sama aja. lo mau ngapain hah kalo jadi gue???? Jawab coba!!!!!!
5.11.15
3.11.15
Having idea for making blog named lifetalks.com. Sharing things about I saw in my life. Hopes another person will thought the same, inspired, and cheer their bad days.
I'm 27yo, not married yet, single.
I'm very girly. Loves travelling, playing piano, and doing make up.
I always wish I could be good at matrial arts, being little bossy, mean, and everybody's being afraid by my side.
I believe that life is a different experience everyday. You can't guess what's will be going on tomorrow. It's confusing. So I learn and write what I saw here.
1.11.15
Trust is more than for keeping someone. Actually we doesn't have to keep anyone in life. Just keep moving and get what do you want than you'll see who stay, who help, and who leave. Be thanks to anyone that stays. Trust is needed to solve life problems. Big trust needed to solve big projects. Big trusts, big spirits, big dreams needed to trough this life no mattet what the results.
Gue cuma pengen kayak irang kain. Ngejar apa yang dia mau, ada suporter, ada yang sayang dia, lalu dia berhasil meskipun susah.
Tp saya gak ngerasa seperti itu. Semacam orang males temenan sama saya. Meskipun buat saya saya niatnya udah baik. Buat saya, gak tau juga sih kalo bagi orang lain niat baik sama dengan bego. Trus karena orang awalnya dah gak mau temenan dan gue pernah mengalami menerima orang yang tadinya nolak gue dan ujung2nya dia kembali berbuat hal yang sama. Jadinya gue males berjuang sesuatu demi seseorang. Buat gue fighting ya buat diri gue sendiri, atau buat orang yang tanpa dia gak sayang gue pun I care about them.
Mungkin gitu kali ya
Hal yang selama ini gw kira baik itu sebenernya mungkin itu bodoh dan idiot buat orang lain. Lagian juga ngapain sih gue ngejar2 orang. Yang dikejar liat aja nggak.
I hate people.
Worst life
Semanis2nya wajah lebih baik tau keburukannya daripada sengaja melihara manisnya padahal tau busuknya. Satu2nya hal kenapa nerima adalah karena kita tau busuknya dan menerima kebusukan itu.
Sampai kapanpun (at least dalam hidup gue) akan selalu ada orang yang reputasinya lebih baik, lebih pinter, lebih manis, lebih banyak temen dan lebih m2 lagi segala2nya.. Jadi (at least buat gw) lebih baik gw jadi org yg lebih baik dari diri gw sendiri yg kemarin aja drpd lomba sama orang yang jelas2 ga akan bisa gw kalahin. I'm happy see myself and happy for myself.
Buat orang lain mungkin gw idiot, bodoh, ga manner, dan terserah mereka punya kata2 lain yang lebih parah buat gue. Tapi mungkin gue sekarang sudah nyaman dengan kebodohan gue.. I'll keep learning and beat everyone
Hal yang paling sensitif buat gw adalah trust. Hal ini dikarenakan dulu ada suatu kejadian dimana gue sama sekali ga merasa punya maksud buruk, yang ada malah gue ngerasa gue sampe bela2jn kasih apapun yg gw punya supaya demi orang lain bahagia. Tapi apa coba yang gw dapet? Gw dijebak dibuang dan ngerasa difitnah abis2an. Gw ga mengaharapkan balasan baik kok. Tapi apa pantes lo berbuat kayak gitu sama gue? That's my only question until now.
Sekarang keadaan sepertinya udah berubah. Tuhan akhirnya mengirimkan orang2 yang sejauh ini buat gw baik sama gw, malah gw yang malu ditolongin terus sama mereka sedangkan gwny gak bisa ngapa2in. I wanna love them more. Tapi tetep aja, hati gw kayaknya udah ilang. Gw gak bisa percaya lg sama orang. Padahal mungkin suatu hari gw bakal menyesal memendam perasaan spt itu. Tp aslinya gw bener2 semacam ga punya storage lg utk percaya. Jd kalo memang ada yg serius sm gw plis jangan paksa gw buat percaya. Just show me what you want. I'll give you the answer.
Today's pray
Tuhan..
Terimakasih atas semua nikmat yang sudah engkau berikan kepada saya
Sungguh saya sadar saya masih punya sangat banyak kekurangan
Saya harusnya bisa jadi orang yang lebih disiplin, baik hati, namun juga tegas dan bijaksana
Saya harusnya bisa memimpin diri saya dan teman2 saya ke langkah yang lebih baik dan efektif
Saya harusnya bisa membahagiakan orang yang memang sudah sepantasnya bahagia karena sudah menjaga dan mendidik saya selama ini.. Merekalah yang membuat saya jadi bangkit dan punya rasa percaya diri
Saya harusnya bisa lebih pintar dan kompeten dari apa yang sekarang saya bisa. Saya yakin suatu hari saya bisa menjadi pemimpin kelompok manapun yang saya temui
Meskipun sedikit saya harusnya bisa meluangkan waktu untuk orang2 yang sudah menyayangi saya. Bahkan seharusnya mereka yang jadi prioritas saya. Hidup saya tidak akan ada artinya jika tidak bisa membahagiakan orang2 yang sudah menjaga dan membuat saya bahagia..
Tuhan yang maha baik, maha adil, dan maha sempurna..
Sudilah kiranya engkau memberikan sedikit kemampuamu untuk hambamu ini dan sedikit memudahkan jalannya. Dan saat aku sudah memperoleh semua itu jagalah aku untuk menjadi hamba yang rendah hati dan selalu bersyukur..
Aamiin YRA
Subscribe to:
Posts (Atom)
