I love to find myself alone
Gw suka menikmati saat2 siang hari dimana gw bisa sendirian dan melakukan apa yg gw rasa gw suka. Reading, doing tasks, done challenges, riding, driving, seeing town and people, seeing what people did dan why. Dan mungkin diantara semua hal hobi gw mungkin adalah me time.
Lewat me time gw belajar mengenali diri gw sendiri. what I'm like and dislike, comparing myself to others, who's my friends and who's not, whose I loved. Karena menurut gw di seluruh dunia ini ga akan ada yang bisa kenal diri kita sendiri selain yang punya badan. Ga ada yg bisa tau best decide for someone selain orang itu sendiri. Ga ada yang bisa mencintai diri kita sendiri lebih baik selain our own self.
Gue percaya sebaik2nya temen suatu hari kita akan berantem juga, sebaik2nya orang tua suatu hari mereka akan bikin decision yang salah, dan sebaik2nya pekerjaan mungkin pada akhirnya mereka memang cuma hanya akan mementingkan uang. We do social things but I'm holding my closest boundary just for myself. Gw trauma membiarkan diri gw dimiliki orang lain include parents, friends, and life mate. Saat lupa mereka cuma hanya akan bilang "sorry", do you think your sorry can change the world? Is your sorry could give back the time flown?
Adalah hal yang menyedihkan saat gw tau I have to live alone, tanpa gw bisa percaya satu orang pun dalam hidup gw. Kenyamanan adalah saat nobody calls me, sent me messages, or calling my name and said that they hope I'm beside her/him.
Gw masih belum tau apakah kedepannya akhirnya bisa ada orang yang membuktikan bahwa mereka bener2 akan stay cuma buat gw atau ngga. Skrg fokus gw cuma pengen berbuat hal positif untuk orang lain. I wanna do something for the world. dan orang itu pun harus menanggapi dengan feedback yang sama. That's manner. Meskipun gw tau diluar sana banyak orang yang ga punya (what they said as) manner.